Obat Herbal



Hallo teman-teman semua,. Selamat datang di blog aku!!!
Sebelumnya terimakasih sudah mampir di blog aku,, kali ini aku  membahas tentang obat herbal

https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 06 481 1730152 minum-teh-daun-alpukat-seminggu-3-kali-mengobati-batu-ginjal-manjur-ozPLR3lRTa.jpg



























Gambar 1.1 Minuman Teh Daun Alpukat
Sumber: https://lifestyle.okezone.com/read/2017/07/06/481/1730152/minum-teh-daun-alpukat-seminggu-3-kali-mengobati-batu-ginjal-manjur


Keyeword: Obat Herbal

A. Pendahuluan
1.       Latar Belakang
Pengobatan herbal sudah lama dikenal masyarakat Indonesia dan menjadi resep turun-temurun dalam mengatasi penyakit. Belakangan, banyak kalangan yang kembali melirik cara pengobatan ini sebagai alternatif dari pengobatan kimia atau medis. Namun sebenarnya, amankah menggunakan obat herbal untuk mengatasi serangan penyakit?
Indonesia merupakan negara dengan biodiversitas yang tinggi.Keanekaragaman hayati Indonesia sangat beragam. Di bumi diperkirakan hidup sekitar 40.000 spesies tumbuhan, dimana 30.000 spesies hidup dikepulauan Indonesia. Diantara 30.000 spesies tumbuhan yang hidup dikepulauan Indonesia, diketahui sekurang-kurangnya 9.600 spesies tumbuhan berkhasiat sebagai obat dan kurang lebih 300 spesies telah digunakan sebagai bahan obat tradisional oleh industri obat tradisional.Indonesia telah mengenal penggunaan obat tradisional sejak zaman nenek moyang.
 Jamu merupakan resep turun temurun dari nenek moyang.Saat ini di Indonesia tercatat sekitar 997 industri obat tradisional dan 98diantaranya adalah produsen dengan skala besar dan sedang. Tetapi dengan berkembangnya zaman kini jamu mulai sedikit tersisihkan oleh adanya Obat Herbal. Secara umum kemajuan penelitian obat-obat herbal di Indonesia dapa tdikatakan sangat minimal. Hal ini disebabkan berbagai faktor, antara lain pesatnya pertumbuhan industri farmasi modern dalam menyediakan obat-obatan, tetapi juga karena perhatian ekonomi terhadap potensi sumberdayaalam nabati untuk pengobatan menjadi terabaikan oleh daya tarik sektor-sektor lain.
Perhatian konsumen terhadap produk herbal khususnya obattradisional kini semakin menggembirakan. Disamping bertambahnya pengetahuan masyarakat akan bahaya mengkonsumsi obat kimia yang emiliki efek samping (kerusakan hati), juga karena adanya tren ”Back to Nature” membuat produk - produk herbal terangkat kembali. Hal tersebutditunjukkan dengan menjamurnya IOT di Indonesia. Semakin banyak IOTmaka semakin tinggi pula permintaan simplisia sebagai bahan baku produksiobat herbal.
Untuk mendapatkan simplisia dengan mutu standar diperlukan pembudidayaan dalam kondisi standar. Dewasa ini industri obat tradisional disarankan dan didorong untuk melakukan budidaya dan mengembang kansendiri tanaman sumber simplisianya sehingga diharapkan diperoleh simplisia dengan mutu standar yang relatif homogen. Standarisasi tidak saja diperlukan pada simplisia, tetapi juga pada metode pembuatan sediaan termasuk pelarutyang digunakan dan standardisasi sediaan jadinya. 
B.     Pembahasan
         Obat herbal adalah obat yang bersifat organik atau alami, sama seperti tubuh kita. Obat herbal murni diambil dari saripati tumbuhan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan, tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis) dan tanpa campuran hewan. (Wikipedia,Obat Herbal )
          Pengobatan herbal (herbalism) adalah pengobatan tradisional atau pengobatan rakyat mempraktekkan yang didasarkan pada pemakaian tumbuhan-tumbuhan dan
ekstrak tumbuhan.  Herbalism adalah  juga dikenal  sebagai  pengobatan berkenaan dengan penggunaan tumbuhan untuk pengobatan,  medis secara herbal, obat herbal,herbology, dan phytotherapy. Kadang-kadang lingkup dari obat bahan tumbuhan yang dipergunakan diperluas termasuk produk-produk jamur dan lebah, mineral-mineral,kulit/kerang-kulit/kerang dan bagian binatang tertentu. Pengobatan Herbal dan Kembali ke alam adalah dua phrase kata yang banyak kita dengar akhir akhir ini. Pengobatan secara herbal merupakan pilihan alternatif yang banyak diminati masyarakat terutama dalam bidang pengobatan.
a.       Manfaat dan Efek Samping Obat Herbal
1.      Manfaat Obat Herbal
Obat-obatan herbal berfungsi melemahkan racun untuk proses penyembuhan penyakit pada manusia, yaitu mengendalikan dan membunuh kandungan racun dalam tubuh manusia. Selain itu obat-obatan herbal juga dapat membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi) yang tidak dimiliki tubuh manusia, dengan tujuan melindungi dari unsur yang merusak organ tubuh. Obat-obatan herbal juga dapat memperbaiki jaringan tubuh yang rusak,sebagai contoh obat herbal yang berasal dari ramuan mahkota dewa dapat menyembuhkan penyakit kanker, tumor dan jantung. Terapi pengobatan dengan herbal (tumbuhan berkhasiat) bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel organ tubuh yang rusak akibat radang dengan penyembuhannya bersifat permanen.
2.      Efek Samping Obat Herbal
      Pada prinsipnya, obat-obatan herbal memiliki potensi efek samping yang sama dengan obat-obatan sintetis atau konvensional. Tubuh kita tidak bisa membedakan antara pengobatan  menggunakan herbal dengan pengobatan  sintetis. Produk  obat herbal merupakan bagian-bagian dari tumbuhan (misalnya akar, daun, kulit, dll) dan mengandung banyak senyawa kimia aktif. Senyawa ini, selain mempunyai khasiat penyembuhan   juga   dapat   memiliki   efek   samping   yang   dapat   merugikan.
      Para ahli pengobatan herbal meyakini bahwa penggunaan kombinasi ekstrak tumbuhan memiliki efek penyembuhan yang lebih ampuh dibanding dengan hanya menggunakan satu komponen tumbuhan saja. Kombinasi dari tumbuh-tumbuhan ini memiliki   efek   sinergi,   yang   saling   melengkapi   dan   bahkan   menambah   daya khasiatnya. Kombinasi ini juga diklaim dapat mengurangi efek samping yang tidak diinginkan, misalnya dapat mengurangi kejadian keracunan dibanding hanya dengan menggunakan satu jenis herbal.
Namun, secara teoritis, kombinasi zat kimia aktif dalam beberapa jenis herbal juga bisa berinteraksi untuk membuat ramuan herbal menjadi lebih beracun daripada menggunakan satu jenis herbal.Efek samping ini dapat terjadi dalam beberapa cara, misalnya keracunan,kontraindikasi dengan obat lain, dan lain-laiN
C.  Penutup
1. Kesimpulan
 Dari pembahasan pada bab diatas dapat kami simpulkan bahwa Pengobatan Herbal adalah pengobatan tradisional atau pengobatan rakyat mempraktekkan yang didasarkan pada pemakaian tumbuhan-tumbuhan dan ekstrak tumbuhan. Bahan herbal adalah tanaman atau bagian dari tanaman yang digunakan sebagai pemberi aroma,perasa atau untuk pengobatan. Obat herbal sendiri merupakan produk yang berasal dari tanaman dan digunakan untuk meningkatkan kesehatan. Banyak obat herbal yang telah digunakan secara empiris.
2. Saran
         Artikel atau KTI yang saya buat ini masih jauh dari kata sempurna karena masih banyak kekurangan, maka dari itu keritik dan saran dari teman- teman semua sangat diperlukan.semoga diwaktu lain saya bisa menyempurnakan artikel atau KTI ini dengan baik.




Daftar Pustaka

https://lifestyle.okezone.com/read/2017/07/06/481/1730152/minum-teh-daun-alpukat-seminggu-3-kali-mengobati-batu-ginjal-manjur
Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni.Jakarta. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010.Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta. Rineka Cipta.
Adisasmito, Wiku. 2007.Sistem Kesehatan. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.
Agoes, Azwar. Jacob, T. 1992.Antropologi Kesehatan Indonesi. Jakarta. EGC






















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini