Manfaat Antioksidan
POTENSI
DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILLER)
SEBAGAI
MINUMAN TEH HERBAL YANG KAYA ANTIOKSIDAN
Nama: Haiti Rahmah
NIM: SF19034
Sumber: https://www.anton-nb.com/2019/10/antioksidan-kunci-agar-selalu-awet.html
A.
Pendahuluan
1.
Latar
Belakang
Kesehatan
merupakan hal terpenting dan utama dalam kehidupan manusia dibandingkan lainnya
seperti jabatan, kekuasaan, pangkat, ataupun kekayaan. Tanpa kesehatan yang
optimal, semuanya akan menjadi tidak bermakna, oleh karena itu sehat dan bugar
merupakan dambaan setiap orang. Studi epidemiologi menunjukkan ada kaitan erat
antara status kesehatan dan usia harapan hidup manusia dengan pola konsumsinya.
Masyarakat di daerah yang banyak mengkonsumsi protein, lemak, gula dan garam
misalnya, ternyata lebih banyak ditemukan penderita penyakit-penyakit
degeneratif dibandingkan masyarakat wilayah yang banyak mengkonsumsi makanan
yang kaya akan serat, vitamin, atau bahan aktif lainnya. Negara dengan
mayoritas penduduk berusia panjang seperti Jepang, mengkonsumsi makanan yang
kaya akan kacang-kacangan, sayur, dan buah serta kebiasaan minum teh
hijau. Masyarakat eskimo yang hidupnya
tidak terlepas dari konsumsi ikan tidak ditemukan atau jarang sekali menderita
penyakit jantung. Kelompok mayarakat yang terbiasa mengkonsumsi susu fermentasi
ternyata juga mempunyai rata-rata usia lebih panjang. Meningkatnya prevalensi
penyakit degeneratif di Indonesia akhir-akhir ini memotivasi para peneliti
pangan dan gizi Indonesia untuk mengeksplorasi senyawa-senyawa antioksidan yang
berasal dari sumber alami. Tingginya
biodiversity kekayaan alam dan bahan-bahan indegenous yang dianugrahkan oleh
Tuhan kepada bangsa Indonesia, merupakan potensi yang sangat berharga dan
bermanfaat untuk kesehatan masyarakatnya.
Menurut
Winarsi (2007), dalam jurnal Evy Det al.menyatakan bahwasecara biologis
antioksidan dapat diartikan sebagai senyawa yang mampumeredam dampak negatif
oksidan dalam tubuh. Menurut Meydaniet al. (1995)dalam jurnal Evy Det al. menyatakan bahwa antioksidan bekerja
denganmendonorkan satu elektronnya pada senyawa yang bersifat oksidan
sehinggaaktivitas senyawa oksidan dapat dihambat. Keseimbangan oksidan
danantioksidan sangat penting karena berkaitan dengan fungsi sistem imunitas tubuh.Kondisi
ini terutama berfungsi untuk menjaga integritas, selain itu,
berfungsinyamembran lipid, protein sel, dan asam nukleat, serta mengontrol
transduksi signaldan ekspresi gen dalam sel imun
2.
Pembahasan
Indonesia
sebagai negara berkembang mempunyai keterbatasan dalam penanggulangan masalah
kesehatan, dimana penyakit infeksi masih tinggi, tetapi prevalensi penyakit
degeneratif makin meningkat. Menurut hasil riset kesehatan dasar yang dilakukan
oleh Badan Litbangkes (RKD) tahun 2007, penyebab kematian utama adalah stroke (15,4%),
diikuti tuberkulosis, hipertensi, dan cidera (6,5-7,5%), serta diabetes mellitus
dan tumor (masing-masing 5,7%).1 Oleh karena itu, penyakit degeneratif
merupakan masalah kesehatan yang serius dan menjadi penyebab kematian tertinggi
di Indonesia.
Antioksidan
adalah substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan
mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal,
protein, dan lemak. Antioksidan menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan
elektron yang dimiliki radikal bebas, dan menghambat terjadinya rekasi berantai
dari pembentukan radikal bebas yang dapat menimbulkan stres oksidatif. Ada beberapa
bentuk antioksidan, diantaranya vitamin, mineral dan fitokimia. Berbagai tipe antioksidan
bekerja bersama dalam melindungi sel normal dan menetralisir radikal bebas. Antioksidan
adalah suatu inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan
radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif yang relative lebih
stabil.
Antioksidan
adalah bahan yang membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari efek buruk
radikal bebas. Radikal bebas dapat terbentuk secara alami di dalam tubuh dan
bisa diperoleh dari luar tubuh. Radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh
adalah bahan kimia yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan. Sedangkan
radikal bebas dari luar tubuh ditimbulkan akibat asap rokok dan radiasi.
Radikal bebas yang tidak dapat ditangani tubuh dapat menjadi pemicu berbagai
penyakit kronis, seperti kanker dan sakit jantung. Pada masa ini, terutama di
kota-kota besar ketika tingkat polusi lebih tinggi, Anda semakin membutuhkan
antioksidan, terutama jika hidup di lingkungan dengan tingkat polusi yang lebih
tinggi. Beban oksidatif tubuh di
lingkungan semacam itu jauh lebih tinggi dibandingkan di tempat dengan tingkat
polusi rendah. Tubuh tidak dapat memproduksi antioksidan secara alami sesuai
kebutuhan.
Dari
sejumlah penelitian pada tanaman obat dilaporkan bahwa banyak tanaman obat yang
mengandung antioksidan dalam jumlah besar. Efek antioksidan terutama disebabkan
karena adanya senyawa fenol seperti flavonoid, asam fenolat. Biasanya senyawa-
senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan adalah senyawa fenol yang mempunyai
gugus hidroksi yang tersubstitusi pada posisi orto dan para terhadap gugus -OH
dan -OR. Salah satu contoh tambuhan yang mengandung antioksidan adalah daun
alpukat.
Dari
pernyatan diatas dapat kita ketahui bahawa antioksidan sangat dibutuhkan tubuh
untuk melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk radikal bebas yang dapat
menyebabkan berbagai penyakit, oleh karena itu kita disarankan mengkonsumsi
cukup makanan dengan kandungan antioksidan tinggi setiap hari, untuk mengursngi
radikal bebas.
3.
Kesimpulan
a.
Antioksidan
adalah substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan
mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal,
protein, dan lemak
b.
Radikal
bebas dapat terbentuk secara alami di dalam tubuh dan bisa diperoleh dari luar
tubuh. Radikal
bebas dapat menyerang dan menyebabkan kerusakan pada berbagai sel tubuh.
Badan
Litbangkes Depkes RI. Laporan Riset
Kesehatan Dasar 2007. Jakarta; 2008: 275-8.2.
https://www.anton-nb.com/2019/10/antioksidan-kunci-agar-selalu-awet.html
Hery Winarsi. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Kanisius. Hal.
189-90
Hernani
dan Rhmawati Nurdjanah. 2009. Aspek Pengeringan
dalam Mempertahankan Kandungan Metabolit Sekunder pada Tanaman Obat. Balai
Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Bogor
Majalah
1000guru Edisi ke-4, Februari 2011 Penulis : Ardiansyah, Program Studi Ilmu dan
Teknologi Pangan, Universitas Bakrie
Meydani
et al. Antioxidants and Immune Response in Aged Persons: Overview of Present
Evidence. American Journal of Clinical Nutrition [internet]. 1995 [cited 2013
Jan 17]; 62(6):1462S-1476S. Available from:http://ajcn.nutrition.org
Setiati
S. Radikal bebas, antioksidan, dan proses
menua. Tinjauan Pustaka. Medika 2003; 6:366-9.

Komentar
Posting Komentar